Sabtu, 02 Maret 2013
Pengalaman pertama main futsal
kisah nyato bulan lalu ngan kengkawan blogger pekanbaru, orang tu aja aku main futsal ramai-ramai dekat kantor tribun tu, aku pun nak ikut jugo sebab dah brapo orang yg ajak aku.
seumur hidup tak pernah main fusal sebab aku tak suko penat-penat belari-lari kejo bola sano-sini. elok aku duduk depan kompi sambil ngopi, okok pun tak henti-henti.
dah tu aku dapat jatah jadi kiper, tiap sekejap gol, tiap sekejap gol. baru limo menit tak tau pasal dah hitam pulak pandangan aku, macam mano nak tangkap bola tu.
tak dapat dielak lagi, aku keno ganti jadi bek pulak. baru semenit bola out kat kiri lapangan, begegas aku ambik bola tu dan langsung aku lempo pakai duo tangan samo kawan satu tim kat depan tu.
Hah, serempak satu lapangan tu tekikik gelakkan aku. aih apo pasal miko tekikik ni? hmmm.. ruponyo main futsal tu tak boleh pungkang bola pakai tangan kalau out. baru lah aku tau....!!! nasib baik tak di tengok orang se-pekanbaru.
Cerita Mesum Dikebun Mangga
Pada suatu hari Si Bujang disuruh oleh emaknya mengambil mangga di kebun. Waktu Bujang sedang memanjat pohon mangga, tiba-tiba di bawah ada sepasang remaja sedang 'bercumbu'. Maka berdirilah bulu roma Si Bujang. Dia pun bertahan di atas pohon sambil menahan lututnya yang semakin mulai gemetar.
Tak lama kemudian didengarnya suara isak tangisan remaja perempuan itu, sambil tersendat-sendat dia bicara. "Abang, maca mana kalau saya hamil nanti? Abang harus bertanggung jawab." "Sudahlah, dik, kita serahkan semua ini pada Yang Di Atas, " jawab si lelaki..
Si Bujang terperanjat lalu dia berteriak, "Wah! wah! kamu berdua yang sedap-sedap di bawah, senang-senang nak serahkan semuanya pada aku! Aku kan cuma tengok saja, usik pun tidak!!"
Tak lama kemudian didengarnya suara isak tangisan remaja perempuan itu, sambil tersendat-sendat dia bicara. "Abang, maca mana kalau saya hamil nanti? Abang harus bertanggung jawab." "Sudahlah, dik, kita serahkan semua ini pada Yang Di Atas, " jawab si lelaki..
Si Bujang terperanjat lalu dia berteriak, "Wah! wah! kamu berdua yang sedap-sedap di bawah, senang-senang nak serahkan semuanya pada aku! Aku kan cuma tengok saja, usik pun tidak!!"
Mereka salah eja nama aku
Atan dan Bujang baru pulang dari kota. Untuk sampai ke kampung, mereka terpaksa melalui jalan pintas yg bersebelahan dengan kawasan kuburan.
Hati mereka berdebar-debar waktu lewati kawasan kuburan itu dan dalam sayup-sayup malam mereka mendengar bunyi ketukan dari tengah kawasan kuburan itu.
Mereka berdua memberanikan diri untuk melihat dari mana datang bunyi itu. Dengan perlahan-lahan mereka menghampiri kawasan kuburan terlihat seorang kakek sedang menokok batu nisan menggunakan palu dan pahat. Dalam keadaan yang agak gelap itu, kakek tersebut tekun mengukir sesuatu diatas batu nisan.
Atan dan Bujang bersuara “Fuuufff…terkejut kami, tadi kami kira kakek ni hantu, bikin lemah semangat aja“.
Sambil mendekati kakek itu mereka bertanya: “Apa yang kakek bikin malam2 buta di kuburan ini??“
Tiba2 kakek itu menjawab dengan marah…”bo.doh!! Mereka salah eja nama aku!“
selengkapnya...
Hati mereka berdebar-debar waktu lewati kawasan kuburan itu dan dalam sayup-sayup malam mereka mendengar bunyi ketukan dari tengah kawasan kuburan itu.
Mereka berdua memberanikan diri untuk melihat dari mana datang bunyi itu. Dengan perlahan-lahan mereka menghampiri kawasan kuburan terlihat seorang kakek sedang menokok batu nisan menggunakan palu dan pahat. Dalam keadaan yang agak gelap itu, kakek tersebut tekun mengukir sesuatu diatas batu nisan.
Atan dan Bujang bersuara “Fuuufff…terkejut kami, tadi kami kira kakek ni hantu, bikin lemah semangat aja“.
Sambil mendekati kakek itu mereka bertanya: “Apa yang kakek bikin malam2 buta di kuburan ini??“
Tiba2 kakek itu menjawab dengan marah…”bo.doh!! Mereka salah eja nama aku!“
Pepatah Pagar Makan Kambing
Bujang: tan, tau tak awak tu apa arti pribahasa 'pagar makan kambing'
Atan: aihhh... mane lah ade pepatah macam tu, yang ade tu 'pagar makan tanaman'
Bujang: kalau 'pagar makan tanaman' itu dah biaso tan. sebab, banyak oghang yg suko tanam bungo kat halaman umah. tapi kalau kambing kan jarang ado di pliharo oghang jaman kinin ko.
Atan: iye tak iye juge, lalu ape pule kesah sampai makan kambing tu?
Bujang: engkau bayangkan lah, kalau bungo tu tunak selalu bilo tanam kat pago umah, tapi kambing tu bisa lari dan melompat keno sungkah jugo. lebih teruk kesah tu tan.
Atan: puah.. siseh...!!
Langganan:
Postingan (Atom)



